Rakorda Kelitbangan Provinsi Sumsel

Acara Rakorda dibuka oleh Gubernur Sumatera Selatan, diwakili oleh Asisten 3 Prof. Edward Juliartha.MM. Rakorda dihadiri oleh Bappeda dan Balitbangda Kab/Kota Provinsi Sumatera Selatan, yang dilaksanakan pada tanggal 22 April 2021 di Aula Balitbangda Provinsi Sumatera Selatan.
Arah kebijakan pembangunan Tahun 2022, pola pikir arah kebijakan pembangunan Tahun 2022 : evaluasi kinerja pembangunan Tahun 2020, arah kebijakan Nasional (RKP 2022), Arahan RPJMD Prov Sumsel 2019-2023, arahan Spasial : RTRW 2016-2036. Kondisi indikator makro pembangunan Sum-Sel diantaranya pertumbuhan ekonomi provinsi se-Sumatera Tahun 2020 tingkat kemiskinan 12,98%, tingkat pengangguran 5,51%, tingkat Inflasi 1,50%, IPM 70,01%.
Banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya penyerapan teknologi oleh masyarakat, tidak hanya dari biaya teknologi yang mahal, umur, kapasitas petani karena pendidikan seperti petani masih rendah, tetapi juga permasalahan sosial. Oleh sebab itu untuk mengatasi ini diperlukan snow balling approach, Yaitu mencipatakan teknologi yang biayanya terjangkau, efisien dan ekonomis bagi masyarakat.
Perguruam tinggi memang mempunyai program-program, seperti KKN tematik dan lain-lain, yang dapat memanfaatkan mahasiswa untuk melakukan transfer pengetahuan dan teknologi, sehingga teknologi dapar sampai kepada masyrakat. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Perguruan Tinggi sudah memeliki MoU dan SIDa sebagai payung hukum untuk bekerjasama sehingga bisa sinergi
Menjadi intermediator penting bagi balitbang dalam membantu masyarakat menjangkau teknologi dalam peningkatan ekonomi, dalam pengembangan inovasi di daerah