Rapat Focus Group Diskusi Dokumen Indeks Gini Kabupaten OKU Selatan Tahun 2018 yang dilaksanakan di ruang rapat Bappeda Litbang Kabupaten OKU Selatan yang di buka oleh Kepala Bidang Ekonomi dan Sumberdaya Alam pada Bappeda Litbang Kabupaten OKU Selatan dan di hadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Salah satu tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan pendapatan di daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota khususnya Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Tahun 2018.
Dalam sambutan yang disampaikan oleh Kabid Ekonomi dan Sumberdaya Alam bahwa pada Tahun 2018 nilai kofesien gini mengalami penurunan dari nilai 0,395 pada Tahun 2017 menjadi 0,317. Penyusunan dokumen tersebut menggunakan metode penelitian koefisien gini dan kriteria bank dunia. Dengan publikasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang mudah dan jelas mengenai perkembangan kesenjangan pendapatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan.
Tujuan Pengukuran Kemiskinan dan Distribusi Pendapatan
- Mengukur dampak dari program pembangunan, shocks/goncangan atau kebijakan pemerintah di bidang kesejahteraan penduduk
- Membandingkan antar waktu
- Membandingkan antar wilayah atau antar daerah
- Menentukan sasaran (khususnya untuk geographic targeting) guna meningkatkan kesejahteraan penduduk.
PENGHITUNGAN ANGKA KETIMPANGAN
- Untuk mengukur ketimpangan/kesenjangan, BPS menggunakan indikator Gini Ratio dan distribusi pengeluaran menurut Bank Dunia.
- Koefisien/indfeks Gini didasarkan pada kurva Lorenz, yaitu sebuah kurva pengeluaran kumulatif yang membandingkan distribusi dari nilai pengeluaran konsumsi dengan distribusi uniform (seragam) yang mewakili persentase kumulatif penduduk.
- Nilai indeks Gini ada diantara 0 dan 1.
- Semakin tinggi nilai indeks Gini menunjukkan ketidakmerataan pendapatan yang semakin tinggi.
- Jika nilai indeks gini adalah nol maka artinya terdapat kemerataan sempurna pada distribusi pendapatan, sedangkan jika bernilai satu berarti terjadi ketidak merataan pendapatan yang sempurna