BPBD Petakan Wilayah Rawan Bencana

MUARADUA- wilayah kabupaten OKU  selatan sudah sejak beberapa waktu terakhir ini terus diguyur hujan. Atas kondisi ini, sejumlah wilayah rawan bencana harus mengatisipasi datangnya bencana yang bisa diakibatkan oleh curah hujan sehingga dapata meminimalkan dampak bencana, seperti banjir dan longsor. Untuk itulah sebagai langka antisipasi, pemerintah kabupaten OKU selatan melalui Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan melakukan pemetaan daerah rawan banjir dan tanah longsor

Berdasarkan pemetaan tersebut, wilayah rawan longsor di OKU Selatan terdapat di 9 Kecamatan, sedangkan daerah rawan banjir terdapat ada 10 Kecamatan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan, H. Doni Agusta, SKM. MM Menyebutkan adapun Kesembilan wilayah yang rawan longsor tersebut berada di kecamatan Sungai Are, Sindang danau, Pulau Beringin, Muaradua Kisam, Mekakau Ilir, Kisam Tinggi, BPRRT, Warkuk Ranau Selatan dan Kecamatan Buay Pemaca.

Sedangkan Sepuluh wilayah yang rawan banjir, Ucapnya terdapat diwilayah kecamatan : Muaradua, Buay Pemaca, Buana Pemaca, Tiga Dihaji, Buay Sandang Aji, Kisam Ilir, Rujung Agung, Buay Runjung, Banding Agung dan kecamatan Buay Rawan. Kami telah memetahkan daerah- daerah rawan longsor dan banjir. Kami juga meminta kepada masyarakat diwilayah itu untuk waspada, terutama pada saat musim hujan tiba sperti sekarang ini, “katanya.

Dikatakan Doni, Selain langkah-langkah diatas pihaknya juga terus berkoordinasi dengan setiap desa agar menyiagakan warga, terutama penduduk yang berada diwilayah rawan longsor. karena itu, pemerintah desa juga berlu berperan aktif mensosialisasikan ancaman bencana pada masyarakat agar mereka waspada dan bersiaga, terutama jika hujan deras.

Menurut Doni, untuk bencana pergeseran tanah dan longsor memang kerap terjadi di wilayah yang merupakan dataran tinggi. Begitu juga dengan bencana banjir, cenderung terjadi diwilayah yang terletak didataran rendah. Pihaknya sendiri, tegas Doni, terus menghimbau kepada masyarakat OKU selatan, khususnya di dua wilayah kategori rawan bencana tanah longsor dan banjir tersebut untuk tetap waspada apabila terjadi hujan lebih 2 jam.

Jika ada keretakan tanah maka segeralah lakukan penimbunan dan waspadalah apabila terdengar suara gemuruh tanah dan air yang mengalir menjadi keruh. Selain itu disaat hujan masyarakat juga diminta untuk jangan melewati atau melintas jalan yang berpotensi longsor. Dan terkhir, apabila ada bencana diharapkan segera melapor ke Camat, Kepala Desa, Polri, TNI, dan Posko BPPD OKU Selatan, “Tuturnya.

 

Sumber : Harian OKU Selatan

Tanggal : 06 Desember 2019