MUARADUA_ Dengan memperhatikan protokol kesehatan, Selasa (14/7) kemarin Pondok pesantren Al-Ittifaqiyah Indralaya Kampus Kuripan Kecamatan Tiga Dihaji mulai diresmikan.
Hadir dalam kegiatan ini Bupati OKU Selatan yang diwakili oleh Asisten 1 Jhon Rafles,AP,.M.Si, Kapolres OKU Selatan AKBP Zulkarnain Harahap,SIK, Anggota DPRD, Kepala Kantor Kemenag OKU Selatan H.Syarif,S.Ag,.M.Pd.I, Kadin Dinas Pendidikan Zulfakar Dhani,S.Sos, Kepala Dinas Kominfo, Camat, Kades, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta tamu undangan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut Jhon Rafles mewakili Bupati dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan mendirikan Pondok Pesanteran Al-Ittifaqiyah Indralaya membuka cabang di OKU Selatan, mengingat Ponpes Al-Ittifaqiyah ini merupakan salah satu Ponpes yang favorit yang banyak dimintai oleh santri khususnya yang berasal dari Kabupaten OKU Selatan.
Lebih lanjut Jhon Rafles mengatakan, namun mengingat jarak yang begitu jauh maka banyak calon santri yang berkemungkinan terkendala biaya, sekarang Alhamdulillah dengan dibukanya Cabang di OKU Selatan ini tentunya akan membuka kesempatan bagi calon santriwan dan santriwati untuk menuntut ilmu di Ponpes Al-Ittifaqiyah ini.
“Dan kepada segenap masyarakat kami menghimbau jangan ragu mensekolahkan putra-putrinya di Pesantren ini. Marilah kita bekali anak-anak kita dengan ilmu agama. Semoga kedepan Pondok Pesantren Al-Ittifaqiyah Cabang OKU Selatan ini akan berkembang baik dan semakin banyak menciptakan hafidz dan hafidzoh,”Ujar Jhon Rafles.
Sementara itu saat dimintai keterangannya Kepala Kantor Kemenag OKU Selatan H.Syarif,S.Ag,.M.Pd.I menyebutkan bahwa Peran pondok pesantren ke depan masih sangat penting dan strategis, apalagi lewat revolusi mental yang di canangkan pemerintah Jokowi.
Sebab sambungnya sistem pendidikan Madrasah dan Ponpes adalah sistem pendidikan yang relevan pada masa dahulu, masa kini, dan masa yang akan datang. Pola kemandirian, belajar mandiri dan menyelesaikan persoalan sendiri, serta penguasaan akan ilmu agama yang mumpuni adalah keperluan riil yang dihadapi dunia pesantren.
“Peran pondok pesantren dalam rangka menangkal persoalan dan penyakit masyarakat harus di tingkatkan, apalagi selaras dengan gerakan revolusi mental yang telah di canangkan Pemerintah. Minimal ada 3 persoalan umat yang harus di hadapi pondok pesantren,”tandas Syarif.
Sumber Berita : Harian OKU Selatan
Rabu 15 Juli 2020