Dalam rangka mendorong komitmen bersama dan keterlibatan nyata setiap lintas sektor dalam implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan gelar Pertemuan Koordinasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Acara ini berlangsung 3 (tiga) hari pada tanggal 21-23 Februari 2024 bertempat di Hotel Ibis Jl. Letkol. Iskandar No.1, 15 Ilir, Kec. Ilir Tim. I Palembang. Pertemuan ini dibuka oleh Kadinkes Provinsi Sumatera Selatan Bpk. dr. H. Trismawarman, M.Kes, SpKKLP dan dihadiri oleh 3 (tiga) orang peserta perwakilan dari kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan yang terdiri dari 1 (Satu) Orang Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas kesehatan Kabupaten/ kota, 1 (Satu) Orang Bappeda Kabupaten/ Kota, dan 1 (Satu) Orang dari OPD Kabupaten/ kota yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan Germas Kabupaten/ kota.
Hari pertama materi disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Bpk. Dedy irawan, SKM.,MKM dengan tema Penerapan Pembudayaan GERMAS, selaku narasumber beliau menyampaikan berdasarkan instruksi presiden no.1 tahun 2017 yaitu GERMAS merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Adapun cara yang bisa dilakukan untuk memulai gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) dapat dilakukan dengan cara melalui peningkatan aktvitas fisik, penyediaan pangan sehat dan pencapaian perbaikan gizi, peningkatan kualitas lingkungan, Peningkatan perilaku hidup sehat, peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit, dan peningkatan edukasi hidup sehat. Beliau Menambahkan gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) ini harus menjadi budaya yang dilakukan oleh setiap masyarakat. Adapun cara untuk meningkatkan Pembudayaan GERMAS dapat dilakukan dengan cara: Pengembangan kawasan sehat (kabupaten/ kota, pasar, UKS, dan lingkungan kerja), Penyediaan lingkungan yang mendorong aktivitas fisik seperti ruang terbuka publik, Regulasi yang mendorong pemerintah pusat dan daerah serta swasta untuk menerapkan pembangunan berwawasan kesehatan dan mendorong hidup sehat, Promosi perubahan perilaku hidup sehat yang inovatif, pemberdayaan masyarakat, dan penggerakan masyarakat madani untuk hidup sehat, Peningkatan penyediaan olahan pangan sehat, termasuk penerapan label pangan dan perluasan akses terhadap buah dan sayur.
Hari kedua materi disampaikan oleh Kepala Seksi Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Ibu. Ira Octaviana Madjid, SKM, MKM, dalam materinya beliau menyampaikan kesimpulan bahwa GERMAS merupakan sebuah upaya yang sistematis dan terencana serta tak boleh berhenti demi mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri dan berkeadilan. GERMAS harus bisa dimulai dari diri sendiri dan dilakukan bersama secara kelompok/massal, dan juga Beliau menambahkan GERMAS merupakan gerakan lintas sektor untuk Sinergi promotive preventive lintas K/L, Meningkatkan produktivitas penduduk, dan Menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan.
Hari Ketiga atau hari terakhir materi disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Bpk. H. Ferry Fahrizal, SKM, MKM, Beliau menekankan bahwa sasaran Pembudayaan GERMAS itu harus mencakup semua tatanan atau seluruh masyarakat Indonesia, yaitu seperti : dari dunia pendidikan (paud,sd, smp, sma, perguruan tinggi), tempat kerja (kantor pemerintah, swasta, pabrik, dsb), fasyankes (RS, Puskesmas, dsb), Tempat Umum (Stasiun, Terminal, pasar, dsb), dan terakhir dari lingkup rumah tangga kita sendiri. Beliau juga menambahkan Saat ini fokus Pembudayaan GERMAS adalah untuk meningkatkan lima perilaku yang perlu dijadikan budaya masyarakat, yaitu seperti Aktivitas Fisik Secara Rutin (Peregangan setiap 2 jam setelah melakukan pekerjaan, Latihan fisik secara benar terukur dan teratur 30 menit/ hari), Konsumsi Pangan Sehat (Konsumsi Gizi seimbang, Pembatasan konsumsi gula), Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan (Pembiasaan perilaku cuci tangan pakai sabun, Menghindari Rokok dan Asapnya (Penerapan rumah bebas asap rokok), Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular secara berkala paling kurang 1 kali setahun). Dalam penutupnya beliau menyampaikan semoga dengan adanya Pertemuan Koordinasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Tingkat Provinsi Sumatera Selatan ini diharapkan Penerapan Pembudayaan GERMAS dapat dilakukan dan di implementasikan ditempat masing-masing kabupaten/kota dan juga harus bisa dijadikan budaya yang dilakukan secara rutin oleh masyarakat dimulai dari diri sendiri kemudian selanjutnya dilakukan bersama-sama secara kelompok/massal.


