Rapat Focus Group Discussion (FGD) draf akhir dokumen kajian perkembangan pertanian organik di kecamatan Pulau Beringin yang dilaksanakan di Ruang Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam di buka oleh Kabid Perekonomian dan SDA dan dihadiri oleh Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Peternakan, Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Kabupaten OKU Selatan.
Program pengembangan pertanian organik di kecamatan Pulau Beringin antara lain bertujuan mendorong terwujudnya pertanian yang tangguh, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, serta berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja, penanggulangan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sehingga Kecamatan Pulau Beringin dapat dijadikan model pertanian organik, mengingat kecamatan tersebut merupakan salah satu kecamatan penghasil sayuran yang paling tinggi dibandingkan kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten OKU Selatan.
Potensi Sumber Lahan Pertanian di Kecamatan Pulau beringin secara umum didominasi oleh pertanian sawah. Namun dalam mengusahakan lahan di sektor pertanian sebagian besar masyarakat di Kecamatan pulau Beringin memanfaatkan lahan untuk pertanian oleh masyarakat dengan menggunakan berbagai bahan kimiawi seperti pestisida dan pupuk kimiawi secara terus menerus tanpa diimbangai dengan input produksi lainnya.
Dasar- Dasar Pertanian Organik
- Pertanian organik adalah sistem budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis.
- Pertanian organik adalah sistem produksi pertanian yang holistik dan terpadu, yang mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro-ekosistem secara alami, sehingga mampu menghasilkan pangan dan serat yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan.
- Pertanian organik adalah Menghindari penggunaan zat pengatur tumbuh (growth regulator) dan pupuk kimia sintetis.
Manfaat pertanian organik
- Menjaga Kualitas Tanah Pertanian Organik tidak merusak tanah karena tidak menggunakan bahan-bahan kimia.
- Menjaga sifat fisik, kimia dan biologi tanah meningkatkan kandungan bahan organik tanah serta mendorong kuantitas dan diversitas biologi tanah dan menjaga kualitas air
- Mengurangi jumlah limbah melalui daur ulang limbah menjadi pupuk organik. Kotoran ternak, jerami dan limbah pertanian lainnya yang selama ini dianggap limbah, justru menjadi bahan yang mempunyai nilai sebagai sumber nutrisi dan bahan organik bagi pertanian organik.
- Keanekaragaman Hayati Pertanian organik tidak hanya menghindari penggunaan pestisida sintetis, namun juga mampu menciptakan keanekaragaman hayati